5 Cara Kembangkan Bisnis UMKM dengan Pinjaman Modal dari Fintech

usaha bisnis

Pada saat ini dunia bisnis tak terkecuali UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia berkembang semakin cepat. Bahkan banyak dari jenis UMKM yang beralih menjadi bisnis online. Selain menjual sebuah produk pada gerai nyata, para pelaku UMKM menawaarkan beberapa produk dan jasa yang diberikan secara online dan juga melalui beberapa took e-commerce.

Tujuan dari kegiatan ini tentunya untuk mengimbangi perkembangan jaman, dan juga untuk merain konsumen dari berbagai daerah. Karena semakin luas jangkauan tentunya konsumen yang didapatkan juga semakin banyak.

Sesuai dengan data yang ada pada OJK pada akhir tahun 2017, banyak sekali data kredit yang dijadikan sebagai modal bisnis UMKM sebesar Rp1,700 triliun setiap tahunnya yang ada di Indonesia. Karena pada saat itu lembaga yang ada sangat terbatas, maka biaya permodalahan hanya bisa memenuhi kisaran Rp700 triliun saja sehingga masih banyak jumlah sisa yang harus dipenuhi.

Kemudian bagaimana cara berkembangnya UMKM dengan bantuan fintech p2p lending umkm agar bisnis yang dijalankan sesuai dengan keinginan yang telah dirancang sebelumnya? Kini anda tidak perlu lagi bingung, karena beberapa cara berikut dapat anda lakukan untuk mengembangkan bisnis UMKM yang anda geluti.

  1. Pilih Fintech Lending yang Terdaftar di OJK

Dalam rangka mengembangkan bisnis UMKM, tentunya anda harus meningkatkan kualitas dari produk atau layanan yang anda berikan. Untuk itu diperlukan modal yang cukup agar dapat memadai. Untuk saat ini bagi anda yang menginginkan modal lebih tidak perlu bingung lagi, ada banyak fintech lending akan menyalurkan dana pinjaman yang nantinya dapat digunakan sebagai modal untuk mengembangkan usaha anda.

Namun anda juga perlu memilih fintech tentunya yang memiliki ijin resmi di OJK (Otoritas Jasa Keuangansalah satunya dengan mengunjungi website www.ojk.go.id. Info lainnya mengenai fintech juga dapat anda cari karena memang dibutuhkan. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari kejahatan yang telah terorganisir.

  1. Ajukan Pinjaman Sesuai dengan Kebutuhan

Ketika memutuskan mengajukan pinjaman modal usaha dengan jumlah besar akan berakibat fatal jika anda tidak mempertimbangkan  segala sesuatunya. Tidak ada yang tahu untuk kedepannya, omzet penjualan yang tiba tiba menurun drastis dan UMKM juga dapat saja terancam bangkrut, alhasil tidak bisa membayar cicilan utang yang membuat utang semakin menggunung.

Untuk mengatasinya, anda harus mengajukan kebutuhan modal benar benar sesuai dengan nominal yang anda butuhkan. Perhitungan yang detail dan juga pertimbangan yang matang juga dapat anda lakukan mulai dari biaya denda, tenor, bunga yang ditawarkan, dan sebagainya.

  1. Lakukan Riset Pasar Secara Berkala

Memasuki dunia bisnis atau UMKM yang sangat luas tanpa adanya sebuah pondasi ilmu mengenai pinjaman online. Sehingga anda wajib melakukan penelitian secara berkala mengenai informasi pinjaman online yang kini banyak menjajah masyarakat.

Anda dapat melakukannya secara langsung atau dengan cara menjelajah melalui internet. Dengan ini diharapkan para pembisnis mengetahui keadaan pasar yang saat ini sedang ramai. Sehingga anda dapat memposisikan bisnis anda sesuai dengan kebutuhan pasar tersebut.

  1. Meningkatkan Kreativitas dan Selalu Berinovasi

Hasil riset yang jeli dan matang tentunyya akan memudahkan para pebisnis untk menciptakan sebuah produk yang memang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Kegiatan ini diharapkan mampu mengembangkan kreatifitas siswa dan juga memunculkan inovasi baru dalam dunia bisnis UMKM yang tengah dijalani.

Jangan pernah takut untuk menyalurkan ide ide baru dan juga kreativtas yang dimiliki. Ada banyak cara untuk mendapatkan inspirasi dari lingkungan anda, yaitu dengan cara peka terhadap lingkungan sekitar, lihat-lihat dari internet atau sosial media dan juga sering bergaul,.

  1. Lakukan Promosi dengan Tepat

Promosi merupakan bagian yang terpeting juga dalam dunia bisnis. Akan terasa percuma jika anda menjual produk yang berkualitas namun tidak dapat melakukan promosi. Promosi ini dapat dilakukan dengan mudah melalui social media atau selebaran kertas yang dapat anda bagikan pada orang dan khalayak ramai.

Promosi ini tentunya harus secara aktif dilakukan, karena akan mempengaruhi tingkat prnjualan produk yang anda lakukan. Semakina aktif anda melakukan kegiatan promosi yang aktif, tentunya anda semakin mudah untuk meningkatkan omzet penjualan yang anda lakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *